Internet Indonesia masih kalah sama Bulan

103405702

Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan NASA bekerja sama untuk membuat jaringan internet di bulan. Upaya mereka berhasil, bahkan kecepatan internet di sana lebih kencang dari Indonesia.

Selama beberapa tahun para peneliti tersebut coba membangun jaringan komunikasi di bulan seperti di bumi. Dan untuk pertama kalinya kedua planet itu bisa terhubung dengan jaringan internet yang mampu mengakomodir lalu lintas data dalam kapasitas besar, bisa juga untuk melakukan streaming video.

Untuk mewujudkan hal itu para peneliti menggunakan 4 teleskop terpisah yang berada di New Mexico, kemudian keempatnya mengirim sinyal ke satelit penerima di bulan. Berkat teknologi ini transmisi data dari bulan ke bumi, atau sebaliknya, bisa mencapai 19,44 Mbps.

Menurut Wired, yang dikutip detikINET, Senin (2/6/2014), dengan internet secepat itu bulan kini memiliki akses yang lebih cepat dari Indonesia, atau bahkan Inggris sekalipun.

Sebagai perbandingan, pada kota-kota besar di Inggris kecepatan internet rata-rata mencapai 17,8 Mbps di daerah perkotaan, sedangkan daerah pedesaan mencatat kecepatan internet hanya berkisar 11,3 Mbps.

Apalagi jika dibandingkan dengan kecepatan internet di Indonesia. Menurut Laporan State of the Internet yang dirilis penyedia layanan cloud global Akamai Technologies Inc, Indonesia hanya memiliki kecepatan rata-rata 1,6 Mbps.

Membuat akses internet di bulan, apalagi dengan kecepatan tinggi, bukanlah hal yang mudah diwujukan. Para peneliti mengaku punya segudang masalah sebelum hal itu terwujud.

“Berkomunikasi dengan kecepatan data yang tinggi dari bumi ke bulan dengan menggunakan sinar laser adalah hal yang sangat menantang, terlebih lagi karena jaraknya yang jauh dari bumi yaitu 400 ribu km,” kata Mark Stevans dari peneliti MIT Lincoln.

“Tantangan ini menjadi berlipat ganda ketika laser melalui atmosfer, karena proses turbulensi dapat memudarkan bahkan memutuskan cahaya laser tersebut,” ia menambahkan.

Pun begitu, akses internet di bulan bukan ditujukan untuk mengakses jejaring sosial atau sejenisnya, para peneliti ingin internet segera menggantikan komunikasi gelombang radio yang selama ini diandalkan.

Gelombang radio ini memiliki banyak kekurangan dan sangat bergantung pada antena sepanjang 70 meter yang dimiliki oleh para astronot di luar angkasa. Jika antena ini terganggu, maka hilanglah kesempatan untuk dapat berkomunikasi.

Hal inilah yang menjadi motivasi utama para tim peneliti untuk segera mengganti peralatan dan perangkat komunikasi yang digunakan di luar angkasa agar menjadi lebih aman, cepat dan mudah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan jalur komunikasi melalui sinar laser yang baru ditemukan ini.

Nasa dan MIT akan memperkenalkan temuan mereka pada konferensi teknologi laser CLEO di California pada tanggal 9 Juni 2014, namun temuan ini lebih dulu ‘dipanaskan’ oleh Optical Society.

Pada tanggal 9 Juni 2014 nanti, tim juga akan menjelaskan bagaimana cara mereka berkomunikasi menggunakan laser bertenaga yang menjadi perantara antara bulan dan bumi, serta bagaimana mereka memecahkan rekor kecepatan transmisi sebelumnya.

sumber: http://inet.detik.com/read/2014/06/02/103626/2596873/398/1/tembus-19-mbps-internet-di-bulan-lebih-kencang-dari-indonesia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *