Telemedicine, sebuah inovasi Informatika dalam dunia kedokteran

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah semakin pesat. teknologi dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk bidang kedokteran. Di dunia kedokteran ada istilah Telemedicine. Dimana berasal dari kata tele + medicine yang artinya adalah pengobatan jarak jauh. Jarak jauh ini menggunakan teknologi yang memungkinkan interaksi antara pasien dan dokter dari jarak yang jauh. Jadi si pasien tidak perlu datang langsung untuk memeriksa penyakitnya.

Teknologi telemedicine ini sebenarnya sudah lama ada, namun penerapannya masih belum maksimal, terutama di Indonesia. Hal ini dikarenakan oleh infrastruktur yang kurang mendukung. Namun menurut saya, kita jangan hanya terpaku dan mengeluh akan keterbatasan infrastruktur ataupun lainnya. Sebagai seorang engineer kita harus memaksimalkan segala yang ada di tengah keterbatasan yang ada. Seperti kata Pak David, pembicara pada pertemuan kapsel ini mengatakan bahwa “Jumlah pengguna mobile phone di Indonesia sudah banyak, sekitar 76% penduduk di Indonesia telah memiliki handphone”, jadi kita dapat memanfaatkan mobile phone ini untuk telemedicine. Misal, dengan menggunakan kamera handphone kita mengambil foto darah kita. Kemudian foto tersebut dikirimkan ke server rumah sakit untuk dideteksi penyakit yang sedang diderita oleh pasien. Sejauh ini memang pendeteksian penyakit dari foto darah belum bisa akurat, namun penelitian-penelitian yang ada sudah memberikan titik terang. Jika memang bisa dilakukan, tentu pasien yang berada di daerah yang jauh dari rumah sakit dapat dengan mudah mengetahui penyakitnya hanya dengan mengirimkan foto tersebut.

Lebih jauh lagi, jika memang infrastruktur telah mendukung, kita dapat menggunakan media lainnya seperti audio maupun video yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit juga. Selain itu system juga dapat mendeteksi secara otomatis penyebaran suatu penyakit di daerah tertentu. Misal bulan ini demam berdarah hanya ada di daerah x, kemudian bulan selanjutnya menyebar ke daerah y dan z dan seterusnya. Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi system informasi geografis. Selain itu masih banyak juga cara-cara lainnya yang dapat dilakukan untuk telemedicine.

Jadi kesimpulannya, menurut saya infrastrukur yang mendukung untuk telemedicine memang diperlukan untuk sebuah evolusi di dunia kedokteran yang akan mempermudah dalam penanganan penyakit pasien, namun jika infrastruktur yang baik belum memungkinkan, kita perlu mencari alternative lain untuk telemedicine ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *